WELCOME TO MY BLOG AND THANKS

Kamis, 24 November 2011

Sebuah Renungan Di Hari Kemerdekaan

Pendahuluan
Proklamasi 17 Tahun 1945 menandai  titik awal berakhirnya kekuasaan penjajah di bumi nusantara. Sejak tanggal itu, Indonesia menegaskan diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, sejajar dengan bangsa lain dalam pergaulan hidup di dunia internasional. UUD 1945 yang disahkan sehari kemudian pada 18 Agustus 1945 dalam pembukaannya menegaskan cita bangsa ini untuk menjalani kehidupan bernegara yang bersatu berdaulat adil dan makmur. Upaya pihak asing untuk kembali bercokol di bumi pertiwi baik melalui jalur diplomasi maupun peperangan mendapat perlawanan dari segenap rakyat Indonesia yang pada akhirnya Indonesia diakui sebagai bangsa yang berdaulat.
Kemerdekaan Indonesia tak dapat dilepaskan dari peran para pemuda dan pelajar. Tidak saja mereka yang terlibat dalam peristiwa Proklamasi, maupun peristiwa menjelang proklamasi seperti gerakan pemuda dalam Peristiwa Rengasdengklok, kemerdekaan Indonesia sesungguhnya pula buah perjuangan yang turut dirintis sejak lama oleh para pemuda terutama kaum terpelajar Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri, berbelas maupun berpuluh tahun sebelum teks Proklamasi dibacakan Soekarno-Hatta. Para pendiri bangsa seperti Soekarno, Moh. Hattta, Sjahrir, Soepomo, Yamin, Tan Malaka, pada mulanya adalah para pemuda-pelajar yang bergiat berjuang di dalam maupuni luar negeri. Tanpa meniadakan perjuangan para pejuang di berbagai daerah di tanah air yang melawan kekuasaan kolonial lewat berbagai aksi peperangan, para intelektual muda bangsa membangkitkan kesadaran rakyat banyak, berjuang secara individual melalui organisasi, dan menggalang dukungan internasional untuk kemerdekaan Indonesia.
Dalam perjalanan mengarungi kehidupan bernegara, sejarah bangsa pula mencatat bahwa mahasiswa selalu berperan penting dalam proses demokratisasi dan pembelaan hak dan kebebasan dasar manusia. Begitu banyak  peran dan kontribusi mahasiswa dalam mengisi kemerdekaan sebagai kekuatan kritik-moral, penyeimbang, dan penekan atas jalannya kekuasaan yang melenceng dari cita cita negara hukum dan Proklamasi 17 Agustus 1945. Gerakan Reformasi 1998 yang berhasil memaksa Soeharto untuk berhenti dari jabatan Presiden adalah salah satu saja contoh peran mahasiswa dalam mentransformasi amanat penderitaan rakyat menjadi kekuatan yang menyudahi kekuasaan rejim nan represif. Gerakan mahasiswa kala itu kemudian diambil alih (dirampas?) oleh elite politik dengan reformasi konstitusi, pencabutan Dwi Fungsi ABRI, kemerdekaan pers, dan berbagai hal lainnya yang dimaksudkan menciptakan Indonesia yang lebih demokratis.

Renungan

Antara m0tivasi tinggi dan Malas

Antara Langit dan Tanah

Antara Merah dan Putih
...
Antara Ketekatan dan Ketakutan

Antara Sikap dan Perilaku

Sungguh ir0ni dan Tragis

^^MATI Tak Mau.. HIDUP Pun Enggan^^

Sebuah Tanya

Akhirnya semua akan tiba pada pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.
Apakah kau masih berbicara selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku.
(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, kenbah Mandalawangi.
kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
Apakah kau masih membelaiku selembut dahulu
ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra,
lebih dekat.

Minggu, 13 November 2011

Advokasi

Advokasi merupakan suatu usaha sistematis dan terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesakkan terjadinya perubahan dalam kebijakan publik secara bertahap maju.

Kamis, 10 November 2011

Tips Menjadi Orang Sukses


Sukses bermula dari mental. Anda bisa saja miskin namun jika Anda yakin bahwa Anda bisa sukses, maka itulah yang akan Anda raih. Demikian juga sebaliknya, jika seseorang terlahir kaya, namun tidak memiliki mental sukses, maka kelak ia pun bisa jatuh melarat.

Tak peduli apa pun yang menjadi profesi kerja Anda sekarang, apakah karyawan rendahan atau bos sekalipun, Anda bisa meraih sukses dengan mengembangkan 50 kebiasaan sukses ini. Namun, ingat juga bahwa ukuran kesuksesan bukanlah uang, melainkan mental puas itu sendiri.

1.Carilah dan temukan kesempatan di mana orang lain saat orang lain gagal menemukannya.

2.Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran an bukannya kesulitan belaka.

3.Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada.

4.Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada.

5.Orang sukses bisa merasa takut, namun mereka kemudian mengendalikan dan mengatasinya.

6.Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga menegaskan kualitas pikiran dan emosional yang positif.

7.Mereka jarang mengeluh.

8.Mereka tidak menyalahkan orang lain, namun mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.

9.Mereka selalu menemukan cara untuk mengembangkan potensi mereka dan menggunakannya dengan efektif.


Cerita mahasiswa Indonesia di Aussie. Nyata.

Suatu pagi, kami menjemput seorang klien di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura. Dengan logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman-pengalaman hidupnya kepada kami yang masih muda. Beliau berkata, "Ur country is so rich!". Ah, biasa banget denger kata-kata itu. Tapi, tunggu dulu. "Indonesia doesn't... need the world, but the world needs Indonesia," lanjutnya. "Everything can be found here in Indonesia, U don't need the world." "Mudah saja, Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can't be rich without Indonesia. 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami. Apartemen-apartemen terbaru kami yang beli orang-orang Indonesia, tidak peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, orang Indonesia semua yang berobat. Lalu, kalian tahu bagamana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, benar-benar panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tahu kan kalo Agustus kemarin dunia krisis beras, termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras. Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-mana, lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dalam rangka bisnis karena pasirnya mengandung permata. Terlihat glitter jika ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg. Saya liat ini sebagai peluang. Kalian sadar tidak kalau negara-negara lain selalu takut meng-embargo Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri, makanya tidak di-embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dari petani-petani kalian sendiri. Belilah tekstil garmen dari pabrik-pabrik sendiri. Tak perlu impor kalau bisa produk sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!

Postingan Pertama

HELLO WORLD !!!