Pendahuluan
Proklamasi 17 Tahun 1945 menandai titik awal berakhirnya kekuasaan penjajah di bumi nusantara. Sejak tanggal itu, Indonesia menegaskan diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, sejajar dengan bangsa lain dalam pergaulan hidup di dunia internasional. UUD 1945 yang disahkan sehari kemudian pada 18 Agustus 1945 dalam pembukaannya menegaskan cita bangsa ini untuk menjalani kehidupan bernegara yang bersatu berdaulat adil dan makmur. Upaya pihak asing untuk kembali bercokol di bumi pertiwi baik melalui jalur diplomasi maupun peperangan mendapat perlawanan dari segenap rakyat Indonesia yang pada akhirnya Indonesia diakui sebagai bangsa yang berdaulat.
Kemerdekaan Indonesia tak dapat dilepaskan dari peran para pemuda dan pelajar. Tidak saja mereka yang terlibat dalam peristiwa Proklamasi, maupun peristiwa menjelang proklamasi seperti gerakan pemuda dalam Peristiwa Rengasdengklok, kemerdekaan Indonesia sesungguhnya pula buah perjuangan yang turut dirintis sejak lama oleh para pemuda terutama kaum terpelajar Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri, berbelas maupun berpuluh tahun sebelum teks Proklamasi dibacakan Soekarno-Hatta. Para pendiri bangsa seperti Soekarno, Moh. Hattta, Sjahrir, Soepomo, Yamin, Tan Malaka, pada mulanya adalah para pemuda-pelajar yang bergiat berjuang di dalam maupuni luar negeri. Tanpa meniadakan perjuangan para pejuang di berbagai daerah di tanah air yang melawan kekuasaan kolonial lewat berbagai aksi peperangan, para intelektual muda bangsa membangkitkan kesadaran rakyat banyak, berjuang secara individual melalui organisasi, dan menggalang dukungan internasional untuk kemerdekaan Indonesia.
Dalam perjalanan mengarungi kehidupan bernegara, sejarah bangsa pula mencatat bahwa mahasiswa selalu berperan penting dalam proses demokratisasi dan pembelaan hak dan kebebasan dasar manusia. Begitu banyak peran dan kontribusi mahasiswa dalam mengisi kemerdekaan sebagai kekuatan kritik-moral, penyeimbang, dan penekan atas jalannya kekuasaan yang melenceng dari cita cita negara hukum dan Proklamasi 17 Agustus 1945. Gerakan Reformasi 1998 yang berhasil memaksa Soeharto untuk berhenti dari jabatan Presiden adalah salah satu saja contoh peran mahasiswa dalam mentransformasi amanat penderitaan rakyat menjadi kekuatan yang menyudahi kekuasaan rejim nan represif. Gerakan mahasiswa kala itu kemudian diambil alih (dirampas?) oleh elite politik dengan reformasi konstitusi, pencabutan Dwi Fungsi ABRI, kemerdekaan pers, dan berbagai hal lainnya yang dimaksudkan menciptakan Indonesia yang lebih demokratis.